Jurnal penutup perusahaan dagang pada khakikatnya tidak jauh berbeda dengan perusahaan jasa, perbedaannya hanya sedikit diantaranya adalah tentang penutupan pemasukan atau penghasilan utama, dalam perusahaan jasa pemasukan utamanya disebut pendapatan jasa sehingga saat dilakukan tutup buku dibuat jurnal penutup untuk menutup akun pendapatan jasa yaitu dengan mendebet akun pendapatan jasa dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi sedangkan dalam perusahaan dagang pemasukan utamanya disebut penjualan sehingga saat dilakukan tutup buku disusun jurnal penutup untuk menutup akun penjualan yaitu dengan mendebet akun penjualan dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi. Dalam penyusunan jurnal penutup pada perusahaan dagang terdapat empat ayat jurnal penutup yang dibuat yaitu sebagai berikut:
Ayat jurnal penutup yang pertama Menutup Penjualan
Penjualan..................Rp xxx
Ikhtisar laba rugi...........Rp xxx
Ayat jurnal penutup yang kedua Menutup HPP, Beban dst.
Retur penjualan.......................Rp xxx
Potongan Penjualan.................Rp xxx
Harga pokok penjualan............Rp xxx
Diskon Penjualan.....................Rp xxx
Beban-beban...........................Rp xxx
Ayat jurnal penutup yang ketiga Menutup Ikhtisar laba-rugi
Ikhtisar laba-rugi............Rp xxx
Modal..........................Rpxxx
Kondisi Rugi
Modal.........................Rp xxx
Ikhtisar laba-rugi............Rp xxx
Ayat Jurnal Penutup yang keempat Menutup Prive
Prive ........................Rp xxx

0 komentar :